, APAC
Photo by Paweł L via Pexels

APAC consumers navigate cost of living crisis with value-hacking

Businesses are encouraged to adopt new strategies that offer smarter buying choices.

Asia Pacific consumers are employing strategic approaches to maximise their budgets whilst occasionally indulging in splurges in response to the ongoing cost of living crisis.

The WGSN's "Asia Shopper Priorities 2024" report recommended several strategies for businesses to align with the mindset of value-hacking consumers and position themselves as allies during these economically challenging times. 

Amongst the strategies include emphasising smart swaps to outsmart corporations and employing strategic language like "cheat sheets" and "savvy shopping guides.’"


It also suggested facilitating transparent pricing and dynamic pricing to provide deeper bargains, mitigating "sticker shock" and financial stress.


Additionally, the report suggested offering membership-based discounts and partnering with discount-seeking communities to provide educational content. 

ALSO READ: Why APAC consumers make impulse purchases

Several businesses have already begun implementing these strategies such as Muji's Muji 500 concept store offering essentials under $3.50, Lawson's partnership with Rom&nd for budget-friendly beauty products, Little Birdie's AI-driven price comparison tool, and Coca-Cola Japan's dynamic pricing trials for vending machines. 
 

K3Mart memadukan budaya Korea dan produk UMKM lokal dalam satu gerai

Convenience store itu menyediakan perbandingan produk impor dan produk lokal sebesar 50:50 di 30 outlet mereka.

Meningkatkan penelusuran dan efisiensi manajemen inventaris dengan barcode 2D GS1

Barcode 2D ini berfungsi sebagai penyimpanan data yang kompak.

The Coffee Bean & Tea Leaf menyeimbangkan kualitas dan kenyamanan melalui produk ritel

Mereka memperluas rangkaian produk termasuk berbagai kopi single-origin yang disesuaikan dengan preferensi pemanggangan yang berbeda.

KCG menguasai brand positioning untuk segmen premium di Indonesia

Mereka mengadopsi solusi berbasis teknologi terbaru untuk sukses mengelola 92 toko ritel di 20 kota di Indonesia.

Ini alasan brand-brand mewah meningkatkan investasi AI

Sektor ini telah menginvestasikan lebih dari $360 juta dalam AI selama tiga tahun terakhir.

Bacha Coffee menguasai retail kaya sensorik di Jakarta

Memadukan warisan dan kemewahan, Bacha Coffee Plaza Senayan menghadirkan pengalaman unik bagi pecinta kopi Indonesia.

Bagaimana WCT Malls meningkatkan penjualan tenant melalui pemasaran terarah

Melalui pemasaran terarah, mal ini meningkatkan penjualan tenant dan tingkat okupansi.

Langkah besar untuk GOPIZZA: 2.000 toko di akhir 2024

CEO GOPIZZA bertujuan menjadikan brand tersebut sebagai pizza terjangkau  dan terbaik dari Asia Tenggara ke seluruh dunia.

Peritel harus bersiap untuk ‘commerce tanpa batas’

Ahli dari KPMG memprediksi akhir dari perbedaan ritel online dan offline seiring dinamika keterlibatan konsumen.